Minggu, 10 Juni 2012

Liburan Bermakna Ala Remaja Smart With Islam

a-mahasiswa-refleksi-sumpah-mahasiswa_430_250.jpg (430×250)

Liburan oh liburan.. siapa yang ga seneng denger kata liburan? Liburan serasa surga duniawi setelah melewati masa sekolah dan Ujian Nasional atau Ulangan Kenaikan Kelas. Liburan panjang hadir bagaikan oase di tengah Padang pasir bagi sebagian besar pelajar setelah kurang lebih satu tahun berjibaku dengan teori-teori, rumus-rumus, hapalan-hapalan plus yang ngga ketinggalan tugas rumah alias PR yang terkadang tidak ma-nusiawi karena banyak dan sulitnya. Jangankan liburan, sekedar pulang sekolah lebih awal aja girangnya luar biasa.


Liburan Kapitalis
: (ada uang ada senang)
Remaja #smartwithISLAM, pernah ga iseng ngitung atau tahu dalam satu tahun ada berapa hari libur atau berapa kali kita libur? Ternyata lumayan banyak lho, dari mulai libur mengawali tahun baru Masehi ataupun Hijriah, hari kemerdekaan, hari perayaan agama, belum lagi libur panjang semes-teran atau kenaikan kelas dan libur-libur lainnya. Wuihh.. banyak ya? Hmm… Mungkin ini juga yang menjadikan para pangajar (guru) terpaksa harus tega memberikan bobot pelajaran yang lumayan berat karena waktu belajar yang kurang namun disisi lain materi-materi pelajaran juga tetep harus tersampaikan. Bagai buah simalakama. Kondisi pembelajaran ini merupakan buah penerapan sistem pendidikan kapitalis yang berorientasi pada pengumpulan teori yang tidak berkontribusi bagi pembentukan karakter.

Makanya, kondisi yang ga seimbang ini menjadikan para pelajar atau bahkan para gurunya begitu menanti hari libur untuk menghilangkan kepenatan karena tenaga dan pikiran yang telah diporsir ibarat mesin, yang pelajar karena jadwal sekolah yang fullday dengan bobot pembelajaran yang terlalu berat dan banyak belum lagi di tambah jadwal les sepulang sekolah, sedangkan gurunya pun harus mengajar dengan jadwal yang padat belum lagi kalo ada yang mengajar di lebih dari satu sekolah. Jadi, mereka menganggap wajar banget kalo liburan dianggap sebagai moment untuk ber-santai dan menikmati kese-nangan tanpa beban tanggung jawab yang harus ditu-naikan bahkan ngga jarang hari libur dija-dikan alasan agar sholat juga libur. masya Allah...

Nah.. disinilah para kapital (pemodal) sigap melihat peluang bisnis dari begitu banyak orang yang butuh hiburan atau sekedar refreshing me-lepas kepenatan sejenak. Apalagi, budaya hedonis terlanjur jadi life style di negeri yang sekuler (memisahkan agama dalam kehidupan) ini, jadi berapa pun rupiah yang harus di bayarkan mereka rela aja tuh asalkan mereka bisa mendapatkan kesenangan yang mereka inginkan. Banyak alter-natif liburan yang bisa di pilih dari mulai liburan di dalam negeri sampai ke luar negeri. Bagi yang akan menghabiskan liburan di dalam negeri tidak perlu khawatir karna tersedia tempat-tempat hiburan dari mulai sekedar rumah makan yang bernuansa alam sampai tempat-tempat wisata yang me-nawarkan berbagai macam permainan. Inilah produk kapitalisme yang mengagungkan uang sebagai standar kebahagiaan. Intinya kita harus membeli kebahagiaan kita sendiri!!. Padahal, sete-lah menghambur-hamburkan uang untuk liburan dan bebas bersenang-senang, mereka pun mau ngga mau tetap harus kembali "berdamai" dengan  rutinitas keseharian, sekolah (belajar) atau bekerja sampai bertemu lagi masa liburan selanjutnya.


Liburan dalam pandangan Islam

"(Tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah." (QS. Ar-Rum:30). Islam adalah agama fitrah dan seimbang. Islam menganjurkan pemeluknya untuk bekerja juga berlibur. Liburan diperlukan untuk rehat sebentar untuk bisa kembali beraktivitas yang lebih ber-kualitas namun tetap dalam standar ketaatan kepada Allah SWT, bukan untuk berleha-leha atau melakukan kegiatan yang sia-sia apalagi yang meng-arah ke kemaksiatan. Na'udzubillah.

Remaja #smatwithISLAM, sebenernya kita ga perlu liburan sampai berminggu-minggu, mengha-biskan seluruh waktu hanya untuk having fun. Ke-napa? Karena hal itu hanya akan melemahkan aktivitas berfikir dan terbuai dengan kemalasan, belum lagi fisik yang jadi capek sepulang liburan panjang walhasil bukannya semangat buat kembali ke sekolah yang ada buat bangun pagi aja susahnya minta ampun. Betul, kan?  Islam, agama sempurna yang kita cintai ini mengatur sedemikian rupa agar manusia tetap bisa hidup dalam kefitrahannya an-tara hablumminallah (bagaimana hubungan manu-sia dengan Allah), hablumminannas (hubungan manusia dengan manusia lainnya) dan hablu binafsi (hubungan manusia dengan dirinya sendiri), Ra-sulullah SAW sebagai panutan umat manusia mem-beri contoh bagaimana memanfaatkan waktu untuk rehat dan berlibur ditengah aktifitas dakwahnya.

Tentu remaja #smartwithISLAM tahu bahwa hakikat kita diciptakan adalah beribadah kepada Allah SWT. "Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembahKu" (QS. Adzariyat : 56). Oleh karenanya apapun yang kita lakukan harus ditujukan dan bernilai ibadah di hadapan Allah termasuk liburan jangan sampai liburan hanya sekedar melepaskan kepenatan dan kejenuhan belajar dengan menghambur-hambur-kan uang atau bersenang-senang yang mengumbar hawa nafsu, apalagi liburan yang melalaikan melak-sanakan ibadah, liburan yang diiringi minuman keras dan narkoba, dan liburan yang menyebabkan syirik kepada Allah SWT. Kalo kaya gini sih, berarti membawa sengsara dunia akhirat, sobat.


Liburan bermakna ala Remaja #smartwithISLAM

Kalau remaja #smartwithISLAM ngga bakalan deh pilih hal-hal yang "NOTHING" untuk mengisi waktu libur, karena mereka tahu saat berlibur atau beraktifitas keseharian semuanya akan bermakna jika berada dalam koridor ketaatan kepada Allah SWT dan menggapai kebahagiaan atas ridhoNya. So, ayo kita bikin liburan saat ini dan seterusnya men-jadi bermakna :

1. Liburan, waktu berbagi dengan keluarga :
Pernahkah kita berfikir sejenak, mungkin ayah dan bunda sangat merindukan perhatian kita ketika kita disibukkan dengan berbagai macam aktivitas sekolah dan lainnya. Jadi gak ada salahnya, luangkan waktu dan perhatian kita untuk orang tua, kakak atau adik, memperbaiki komunikasi harmonis de-ngan mereka, membantu pekerjaan rumah yang biasa dilakukan orang tua kita, kegiatan bersih-bersih rumah bisa jadi seru loh kalau dilakukan dengan senang hati dan bersama keluarga.

2. Jalin ukhuwah dan silaturahmi dengan saudara dan kerabat :
Kalau mungkin liburan ini belum bisa pulang kampung, bukan berarti peluang pahala lenyap begitu saja. Ayo sejenak kita luangkan waktu untuk mengunjungi saudara, kerabat, dan teman-teman kita. Menjalin kembali hubungan silaturahmi de-ngan sesama umat muslim itu sangat mulia di hadapan Allah.

3. Liburan, momen tingkatkan kualitas diri
Remaja #smartwithISLAM, jangan sia-siakan liburan panjangmu hanya sekedar untuk bersenang-senang yang berujung pada maksiat. Momen ini pas banget untuk memperdalam ilmu dan pemahaman tentang berbagai hal termasuk tsaqofah Islam. De-ngan cara apa? Mengkaji Islam for sure.

4. Liburan, bertafakur alam
Alam raya yang Allah SWT ciptakan sangat in-dah. Kita bisa mendapatkan banyak hal saat kita memandang alam ini dengan tarikan nafas keiman-an, bagaimana dari langit yang ditinggikan, dari gunung-gunung kokoh yang ditegakkan dan dari bumi yang dihamparkan bisa menghilangkan segala kepenatan seketika, di jamin juga bisa merefresh tenaga dan pikiran. Tapi ada nilai yang bisa kita dapat dari tafakur alam ini yaitu bertaqqarub ilallah (mendekat kepada Allah). "Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang berakal" (QS. Al Imran : 190).

5. Liburan, charge ruhiyah
Mungkin saat kita masih sibuk dengan aktivitas atau ritunitas kese-harian, kurang bisa optimal dalam ber-ibadah. Nah.. mo-men saat libur inilah kita bisa lebih khu-syuk meningkatkan ibadah mahdhoh (wajib) maupun sunnah. Termasuk membayar hutang shaum Ramadhan yang sering dilalaikan.


Liburan dalam Khilafah Islamiyyah

Remaja #smartwithISLAM, pada masa Khi-lafah Islamiyyah, dimaksudkan untuk merefresh dan mengupgrade keadaan diri, Rasulullah memberi penjelasan bahwa kegiatan yang bisa kita lakukan dengan mengasah fisik seperti olahraga berenang, naik kuda dan bela diri (yang ini tentu sesuai dengan syari'at ya sob!). Rasulullah SAW sebagai panutan umat manusia memberi contoh bagaimana me-manfaatkan waktu untuk rehat dan berlibur. Aisyah ra meriwayatkan bahwa ayahnya, Abu Bakar ber-tandang ke rumah Aisyah, ketika itu dua budak Aisyah sedang bermain perang-perangan, pada hari-hari Mina. Sedangkan Nabi mengintip perbuat-an keduanya di balik bajunya. Abu Bakar melarang keduanya melakukan hal tersebut. Maka Nabi mem-buka bajunya seraya bersabda: "Biarkan keduanya wahai Abu Bakar, Karena ini adalah hari-hari raya. Itulah hari-hari Mina."

Selain itu remaja #smartwithISLAM juga bisa mengasah kecerdasan disaat liburan, seperti dicon-tohkan ulama muda yang pasti juga meluangkan waktunya ketika liburan dengan kegiatan produktif seperti membuat kitab-kitab yang tenar hingga sekarang. Antara lain, Abu Ali Al-Husein Ibnu Sina atau dikenal dengan nama Avicenna, yang hidup antara tahun 986-1037 M. Seorang ilmuwan muslim besar pada waktu itu. Keistimewaannya antara lain pada masa umur 10 tahun sudah hafal Al-Qur`an, kemudian pada usia 18 tahun sudah mampu me-nguasai semua ilmu yang ada pada waktu itu, bidang keahliannya adalah ilmu Kedokteran, ilmu Fisika, Geologi, Mineralogi. Juga dibidang Medicine, Philo-sophy, Mathematics, Astronomy. Buat kamu yang menuju atau berada disekitar usia remaja, ayo kita tingkatkan diri kita agar bisa seperti Ibnu Sina.


Penutup
Yuk kita mulai menata diri dimulai dengan belajar mengisi liburan dengan seabrek kebaikan. Gunakan waktu dengan sebaik-baiknya agar setiap nafas kita senantiasa menjadi kebaikan dan pe-nolong untuk kita di hari akhir nanti. Selamat berlibur! Selamat Memperdalam Islam! Selamat menjalin ukhwah! Dan tetap #smartwithISLAM.


Allahua'lam @smartwithISLAM

IWD/The Truth Seeker Media

Artikel Terkait:

The Truth Seeker Media Copyright © 2012 | Template created by O Pregador and Modified by Langit Nilai | Powered by Blogger and Herbal Kanker